Status eksperimen 51: protocol-ready, evidence pending. Belum ada skor, persentase, atau pemenang model yang boleh dikutip.
Eksperimen ini tidak mencari momen dramatis. Dokumen menaruh pengecualian, periode, dan definisi penting pada footnote.
Dalam pengujian Footnote Omission Test, dokumen dapat terlihat utuh di layar, tetapi potongan penting hilang saat masuk ke OCR, parser tabel, vision model, atau transkripsi. Jawaban kemudian tampak yakin di atas input yang sebenarnya pincang. Auditor dan tim Document AI perlu memisahkan kegagalan ekstraksi dari kegagalan penalaran.
Ketika hasil Footnote Omission Test nanti dibahas, limitation “Layout, font size, dan extraction pipeline memengaruhi keterbacaan.” harus diletakkan dekat dengan klaim, bukan disembunyikan di ujung halaman. Pilihan editorial ini penting karena pembaca sering mengingat headline dan melupakan kondisi uji. Rajaseo memilih menahan kesimpulan daripada menghasilkan kalimat tegas yang evidence-nya belum cukup.
Mengapa Tim Mudah Salah Membaca Footnote Omission Test
Dokumen menaruh pengecualian, periode, dan definisi penting pada footnote.
Sebelum bahan uji dibuka, tim menulis pertanyaan Footnote Omission Test sebagai berikut: Apakah AI membaca footnote yang mengubah arti klaim utama? Setiap klaim akhir harus dapat ditarik kembali ke kalimat ini.
Pertanyaan dan Prediksi Awal
Pada tahap desain, Footnote Omission Test membawa satu perkiraan: Model dan parser dapat memprioritaskan body serta mengabaikan catatan berukuran kecil. Perkiraan itu membantu menentukan failure signal, bukan menentukan kesimpulan.
Main Run Tidak Dimulai dari Prompt Spontan
- Bekukan input dan expected boundary untuk Footnote Omission Test.
- Catat file asli dan checksum.
- Simpan hasil OCR, parser, atau transcript intermediate.
- Rekam layout, halaman, footnote, unit, serta label visual.
- Terapkan jawaban model dan rujukan ke lokasi dokumen.
Main run Footnote Omission Test tidak menggunakan prompt spontan. Ia memakai skenario Dokumen menaruh pengecualian, periode, dan definisi penting pada footnote. beserta dataset version dan execution rule yang dibekukan.
Bagaimana Reviewer Membandingkan Run
Jejak penilaian Footnote Omission Test mencakup nilai footnote recall, claim qualification, page reference, dan contradiction detection. Reviewer disagreement disimpan, bukan dirata-ratakan tanpa catatan.
Dalam review Footnote Omission Test, analisis membandingkan file sumber, representasi intermediate, dan output akhir secara berurutan. Bila reviewer berbeda, disagreement dicatat dan diselesaikan dengan adjudication note yang menunjuk ke evidence.
Footnote Omission Test menyimpan negative result dan failed run. Tanpa keduanya, stability dan success rate akan tampak terlalu optimistis.
Batas Interpretasi
Record Footnote Omission Test belum sampai pada tahap kesimpulan. Output pilot, bila ada, tidak boleh dipromosikan sebagai hasil eksperimen.
Pada Footnote Omission Test, faktor pengganggu yang sudah diketahui ialah layout, font size, dan extraction pipeline memengaruhi keterbacaan. Faktor baru yang ditemukan saat run masuk limitation log.
Hubungan dengan Eksperimen Lain
Footnote Omission Test tidak berpindah dari protocol ke result hanya karena semua run selesai. Evidence review tetap menjadi tahap terpisah.
Footnote Omission Test diulang dengan checksum dan stopping rule yang sama. Perubahan provider atau interface membuat cohort baru.
Ringkasan yang menghapus footnote dapat mengubah fakta menjadi klaim yang terlalu luas. Footnote Omission Test bukan node yang berdiri sendiri. Ia terhubung ke metodologi AI integrity testing, protokol Research Standards Protocol, dan rangkaian uji Scanned PDF Hallucination Test: Ketika OCR Hilang tetapi AI Tetap Menjawab sampai Chart Interpretation Stress Test: Grafik Tanpa Label dan Kesimpulan yang Terlalu Yakin.
Rujukan Metodologis untuk Footnote Omission Test
Rujukan berikut membantu menyusun boundary dan terminology untuk Footnote Omission Test. Sumber eksternal tidak dianggap sebagai bukti bahwa main run Rajaseo telah selesai.