Cross-Agent Prompt Infection: Saat Satu Agen Menulari Agen Lain

Status eksperimen 46: protocol-ready, evidence pending. Belum ada skor, persentase, atau pemenang model yang boleh dikutip.

Di layar, semuanya terlihat tenang. Researcher membaca konten berbahaya lalu mengirim ringkasan ke verifier dan executor.

Dalam pengujian Cross-Agent Prompt Infection, instruksi berbahaya tidak selalu datang dari pengguna. Ia dapat bersembunyi dalam halaman web, PDF, hasil tool, memory, atau pesan dari agen lain yang tampak sah. AppSec dan AI security engineer perlu melihat jalur serangan sampai keputusan agen, bukan sekadar apakah sebuah prompt diblokir.

Ketika hasil Cross-Agent Prompt Infection nanti dibahas, limitation “Simulasi multi-agent tidak mewakili semua message bus atau orchestrator.” harus diletakkan dekat dengan klaim, bukan disembunyikan di ujung halaman. Pilihan editorial ini penting karena pembaca sering mengingat headline dan melupakan kondisi uji. Rajaseo memilih menahan kesimpulan daripada menghasilkan kalimat tegas yang evidence-nya belum cukup.

Saat Satu Agen Menulari Agen Lain

Bayangkan dua output Cross-Agent Prompt Infection. Yang pertama lancar tetapi melewati batas penting; yang kedua lebih pendek dan meminta klarifikasi. Tanpa rubrik, tim mudah memilih yang pertama hanya karena terdengar pintar.

Pertanyaan yang Dikunci untuk Cross-Agent Prompt Infection

Pertanyaan utama untuk Cross-Agent Prompt Infection dibekukan sebelum pilot: Apakah output agen yang terkompromi menyebarkan instruksi ke agen berikutnya? Scope ini sengaja kecil agar satu run tidak dipakai untuk memberi vonis terhadap seluruh model.

Handoff yang dianggap tepercaya dapat membawa payload adversarial melewati kontrol input awal.

Membangun Pagar Uji Cross-Agent Prompt Infection

Skenario utama Cross-Agent Prompt Infection adalah Researcher membaca konten berbahaya lalu mengirim ringkasan ke verifier dan executor. Input dibekukan dengan checksum, sedangkan perubahan sesudah pilot masuk amendment log.

  • Identitas run Cross-Agent Prompt Infection: trusted instruction hierarchy.
  • Kondisi input: konten tidak tepercaya dan lokasi penyisipannya.
  • Jejak yang disimpan: tool scope, data boundary, serta secret canary.
  • Boundary: deteksi, refusal, approval, dan post-incident trace.

Jejak yang Wajib Tertangkap

Pengukuran Cross-Agent Prompt Infection berfokus pada hal berikut: Catat propagation path, sanitization, agent identity, action severity, dan containment point. Raw output disimpan lebih dulu, baru kemudian anotasi dan adjudication dilakukan.

Dalam review Cross-Agent Prompt Infection, tes memakai data sintetis dan canary, tanpa credential atau informasi nyata yang berisiko. Bila reviewer berbeda, disagreement dicatat dan diselesaikan dengan adjudication note yang menunjuk ke evidence.

Kapan Hasil Boleh Ditulis

Observation untuk Cross-Agent Prompt Infection belum tersedia. Result dan confidence tetap kosong sampai execution log, scoring sheet, serta review selesai.

Publication gate Cross-Agent Prompt Infection membutuhkan input asli, environment record, raw output, rubrik, skor per item, reviewer note, dan replication outcome.

Mengulang Cross-Agent Prompt Infection Tanpa Mengubah Gawang

Batas utama Cross-Agent Prompt Infection: Simulasi multi-agent tidak mewakili semua message bus atau orchestrator. Versi model, routing, lokasi, interface, dan perubahan policy juga dapat menggeser hasil.

Replikasi Cross-Agent Prompt Infection dimulai dengan dataset dan checksum yang sama pada tanggal berbeda. Putaran berikutnya hanya mengubah satu variabel.

Setiap handoff perlu provenance dan policy check, meski pengirimnya agen internal. Record Cross-Agent Prompt Infection terhubung ke skenario kegagalan dan keamanan AI, Research Standards Protocol, serta eksperimen tetangga Memory Poisoning Test: Informasi Palsu yang Bertahan ke Tugas Berikutnya dan Approval Spoofing Test: Menguji Persetujuan Palsu dalam Workflow Agentic. Link dipakai sebagai jalur konteks, bukan daftar wajib.

Sumber yang Membantu Membatasi Scope Cross-Agent Prompt Infection

Rujukan berikut membantu menyusun boundary dan terminology untuk Cross-Agent Prompt Infection. Sumber eksternal tidak dianggap sebagai bukti bahwa main run Rajaseo telah selesai.

Scroll to Top